Nasional /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 27/08/2025 06:00 WIB

Dinas Pariwisata Ungkap Strategi Jitu Gaet Wisatawan Dengan Kekayaan Budaya dan Sejarah di Kota Bekasi

WhatsApp Image 2025 08 22 at 10.10.09 1
WhatsApp Image 2025 08 22 at 10.10.09 1

KOTABEKASI_DAKTA.COM : Kota Bekasi, yang selama ini dikenal sebagai pusat industri dan kota metropolitan, ternyata menyimpan potensi pariwisata yang luar biasa. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, melalui Kepala Bidang Pemasaran, Masriwati, membeberkan strategi komprehensif untuk mempromosikan kekayaan alam, religi, sejarah, kuliner, dan event yang siap menarik minat wisatawan dari dalam maupun kota.

 

Masriwati, mengungkapkan bahwa Bekasi memiliki banyak destinasi yang belum banyak diketahui oleh publik. Salah satunya adalah “7 Sumur” diwilayah selatan Bekasi, termasuk Sumur Ciburial, Sumur Binong, dan Sumur Batu, yang diduga sebagai cagar budaya dan menjadi objek wisata religi. Meskipun belum ditetapkan secara resmi, upaya pelestarian terus dilakukan oleh sesepuh setempat.

 

Tak hanya itu, Kampung Bali di Kelurahan Harapan Jaya juga menjadi daya tarik unik dengan sanggar seni budaya Bali yang terus berkembang. “Daripada jauh-jauh ke Pulau Bali, murah meriah, mainnya pengen ornamen Bali itu ada di Kota Bekasi tempatnya di Kampung Bali Bekasi Kelurahan Jaya,” ujar Masriwati, menekankan kemudahan akses dan keunikan destinasi ini. Kampung Bali juga menjadi objek penelitian bagi mahasiswa yang ingin mendalami budaya.

 

Potensi wisata sejarah Kota Bekasi juga tak kalah menarik. Baru-baru ini, Dinas Pariwisata menyelenggarakan "Round Trip Napak Tilas Perjuangan Rakyat Bekasi" yang mengajak masyarakat menelusuri objek-objek bersejarah seperti Tugu Perjuangan Resolusi di Alun-Alun Bekasi, Rumah Tangsi (rumah tua zaman Belanda) di belakang Polres lama, Tugu Jepang, Tugu Kalibekasi, dan Tugu Perjuangan di Agus Salim serta Hutan Kota. Gedung PMI yang dulunya kantor telegram dan Masjid Al-Barkah juga memiliki nilai sejarah tinggi.

 

Kegiatan ini melibatkan pelajar SLTP dan SLTA untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap warisan sejarah. "Supaya anak-anak pelajar ini juga tahu dan mengenal di mana-mana objek sejarah yang ada di Kota Bekasi," jelas Masriwati.

 

Dinas Pariwisata mengelompokkan potensi wisata Bekasi ke dalam beberapa bidang. Dalam kategori wisata alam, Hutan Bambu (Zona 1 dan Zona 2) kini semakin ramai berkat adanya panggung dangdut di Zona 2. Selain itu, Situ Cip Danau Duta Harapan baru saja diresmikan dengan fasilitas perahu yang menarik. Di bidang wisata kuliner, Bekasi Kuliner menjadi salah satu agenda tahunan yang menarik minat pengunjung. Sementara itu, wisata event menjadi fokus utama untuk menarik pengunjung dari luar kota.

 

"Dengan penyelenggaraan event-event, kita berharap banyak pengunjung yang datang dari luar Kota Bekasi," kata Masriwati.

 

Untuk meningkatkan promosi, Dinas Pariwisata mengandalkan digitalisasi. "Jangkauan penyebaran informasi melalui digitalisasi itu lebih luas dibandingkan dengan secara manual," ungkap Masriwati. Namun, promosi langsung melalui event dan sosialisasi juga tetap dilakukan.

 

Kota Bekasi memiliki "Kalender of Event" tahunan yang pada 2025 menargetkan 60 event, namun hingga Juli 2025 sudah terlaksana 63 event. Ini menunjukkan tingginya kreativitas warga dan komunitas. Event-event besar seperti konser dengan artis terkenal juga berhasil menarik penonton dari luar kota, diharapkan dapat memperpanjang waktu tinggal mereka di Bekasi.

 

Salah satu event terbesar yang akan datang adalah "Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Ketiga" pada 31 Agustus di Jalan Ahmad Yani, bertepatan dengan momen CFD. Event ini akan menampilkan seni budaya daerah dan nusantara, melibatkan sekitar 5.000 pengisi acara, termasuk tari kolosal Ronggeng Nyentrik oleh 2.000 pelajar, Reog, tari Tortor, tari dari Sulawesi, dan atraksi adat Kalimantan.

 

Meskipun potensi besar, tantangan infrastruktur dan transportasi masih menjadi perhatian. Masriwati menekankan pentingnya "4A" dalam pengembangan destinasi wisata: Atraksi, Akses, Amenitas (sarana-prasarana pendukung seperti musala dan toilet), dan Ancillary (penunjang seperti Wi-Fi). Koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan DBM SDA terus dilakukan untuk memperbesar akses. Transportasi umum seperti Transjakarta Biskita juga sudah melalui rute-rute menuju destinasi wisata.

 

Partisipasi masyarakat sangat vital. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) diharapkan proaktif mengembangkan destinasi tanpa hanya bergantung pada bantuan pemerintah. "Jangan hanya mengharapkan bantuan terus dari pemerintah, tapi si kelompok sadar wisata sebagai pengelola suatu objek wisata harus juga punya effort untuk mengembangkan destinasi yang mereka kelola," tegasnya.

 

Dengan strategi pemasaran yang terintegrasi antara digital dan offline, serta dukungan penuh dari berbagai pihak, Kota Bekasi siap bertransformasi menjadi destinasi wisata yang menarik dan beragam. "Ayo datang ke Kota Bekasi, Kota Bekasi sudah maju, tidak lagi menjadi planet yang entah berantah, tetapi sudah maju dan mulai dikenal oleh masyarakat luas nasional, internasional," tutup Masriwati, mengundang semua untuk menjelajahi pesona tersembunyi Kota Patriot.

Reporter : Warso Sunaryo
- Dilihat 97 Kali
Berita Terkait

0 Comments